catatan mancing probolinggo
Catatan pemancingan di probolinggo

memancing bareng
Acara perdana tour mancing di probolinggo baru saja dilakukan, persiapan dimulai dari hari sabtu siang jam 13.00 perjalanan dimulai dari kota Malang menggunakan kendaraan Pregio dan dengan 3 orang crew saya, pak Toyik dan mas Ajay kami berangkat ke kota sidoarjo untuk menjemput para pemancing. Dimulai dari dengan menjemput pak Jeffry “the doctor” di daerah Porong dan dilanjutkan menjemput 2 orang pemancing di Sidoarjo yaitu pak Umar dan pak Agus di sekitaran pintu tol sidoarjo dan terakhir menjemput pak Budi di daerah bundaran tol Waru.
Perjalanan dilanjutkan menuju ke kota probolinggo untuk diadakan briefing sebentar di rumah makan Bromo Asri di Probolinggo. Disana kami bertemu dengan teman kami yang sangat bersemangat untuk memancing sehingga menunggu lebih dari 3 jam yakni pak Puhas dan Pak Hery. Setelah itu dilanjutkan perjalanan ke pelabuhan untuk persiapan memancing. Disana kami bertemu 3 orang dari paiton yang sebenarnya merupakan pemancing dari Jakarta yang bekerja di proyek Paiton yakni pak Puguh, pak Amri dan pak Alex. Setelah persiapan selesai jam tujuh kita memulai perjalanan memancing ke rumpon – rumpon yang berada di sekitar pulau Gili dan sekitarnya.
Malam itu perjalanan mancing kami ternyata tak semulus seperti yang kami mau, kondisi gelap di perairan cukup menyulitkan kami untuk berburu spot yang bagus. Namun demikian setelah mendapatkan salah satu rumpon yang bagus kita mulai memancing. Berturut – turut pemancingan bisa mendapatkan aneka jenis ikan karang. Ikan kakap merah, ikan kerapu, ikan hiu karang, ikan kuniran. Mulai malam para pemancing semakin kesulitan mendapatkan ikan karena arus laut yang mati. Tanpa arus menyebabkan ikan jarang makan. Kami pun beristirahat.
Menjelang subuh pemancingan kami pindahkan ke spot karang yang tidak terlalu dalam dan mulailah para pemancing bersemangat karena ikan mulai lahap memakan umpan udang hidup kami. Berpuluh ikan berhasil ditangkap pagi itu bahkan sampai menjelang pukul 8 pagi masih ada beberapa ikan yang tertangkap kail kami. Ikan yang kami tangkap tidak terlalu besar ukurannya namun lumayan lah untuk mengobati kekangenan kami dalam memancing.
Banyak yang kami bisa pelajari dalam pemancingan ke Probolinggo kali ini. Pertama adalah pencarian lokasi haruslah mencari para nelayan yang profesional yang bisa mengantarkan anda ke berbagai spot yang ia ketahui dengan baik. Lokasi di probolinggo kurang cocok untuk mereka yang ingin memancing ikan besar. Karakter lokasinya yang berkarang hanya bisa mengharapkan tangkapan ikan besar yaitu ikan Kerapu dan ikan Kakap merah.
Yang kedua adalah umpan, pilihlah umpan udang hidup kerena umpan ini terbukti memang cocok sebagai umpan pilihan. Untungnya ada pak jeffry yang rala mendesain ice box nya dengan keranjang sehingga umpan udang bisa hidup sampai bisa berhari – hari. Dan umpan udang hidup memang yang paling efektif mendapatkan ikan. Umpan jenis cumi-cumi ternyata hanya efektif mendapatkan ikan pada malam hari saja.
Yang ketiga adalah mata pancing atau kail. Penggunaan mata pancing yang besar memang memiliki keefektifan lebih. Jika terlalu kecil mata pancing akan susah nyangkut ke mulut ikan karena biasanya mulut ikan di laut biasanya lebar – lebar. Mata pancing sebaiknya menggunakan yang baru dan yang lama sebaiknya tidak dipakai karena jika sudah terkena air laut biasanya mata pancing akan gampang terkena karat dan menjadi tumpul.
Pemancingan di Probolinggo kali ini memang belum bisa menghasilkan ikan – ikan yang besar, namun dengan tingkat “pendapatan” yang cukup sering pemancingan di tanjung tembaga probolinggo cukup menyenangkan asal memperhatikan berbagai hal tadi. Salam para teman – teman pemancing yang ikut kita akan buatkan acara lagi nanti ..ada usulan?



