Saat terbaik untuk memancing di Laut

saat memancing
Secara teori pemancingan di laut dapat dilakukan dalam setiap waktu, mengingat kegiatan memancing dapat dilakukan kepada berbagai jenis ikan secara acak. Kita tentu tahu bahwa ikan di laut memiliki kebiasaan makan yang berlainan, ada yang mencari makan di siang hari dan ada pula yang memiliki kebiasaan makan di malam hari. Sehingga tentu saja pencarian ikan dengan cara memancing sebenarnya dapat dilakukan kapan saja baik siang maupun malam.
Pengaruh utama pemancingan di siang hari adalah adanya sinar matahari yang menyebabkan suhu air meningkat. Umumnya jika air semakin panas, ikan akan turun dan berada di tengah perairan dan bahkan berada di dasar perairan serta di sela – sela karang yang dijadikan perlindungan bagi ikan tersebut. Semakin terang matahari menyinari dan semakin tinggi suhu maka ikan mencari perlindungan di dalam air. Namun jika udara terlalu dingin, ikan juga menjadi malas makan. Suhu sedang antara 25 – 35 derajat celsius merupakan suhu terbaik bagi pemancingan
Biasanya ikan memiliki rasa lapar yang sangat jika pagi hari mulai datang, saat ia bangun dari tidurnya dan sedang aktif – aktifnya mencari makan ia akan menjadi agresif terhadap umpan ikan. Para pemancing yang memancing di laut biasanya menggunakan momen ini sebagai saat yang tepat untuk memancing karena biasanya ikan yang lapar akan memakan umpan kita dengan lebih cepat, dan jika beruntung anda bisa mendapatkan ikan sampai siang harinya terutama jika cuaca cerah.
Sore dan malam hari adalah saat tersulit untuk memancing, penggunaan lampu dan alat penerang lain seperti petromaks dapat dijadikan alat untuk menarik perhatian cumi – cumi sehingga mudak dipancing. Pemancingan ikan dimalam hari hanya bisa dilakukan kepada ikan karang seperti ikan kakap, kerapu dan berbagai ikan karang lain semacam hiu totol. Cara pemancingan jenis jigging mungkin masih bisa dilakukan dengan umpan yang luminous atau berpendar di saat gelap.
Pemancingan memang tujuannya adalah untuk bisa mendapatkan ikan, dan dengan mengetahui pola waktu makan ikan yang tepat, kita bisa menentukan kapan kita bisa memancing, termasuk umpan apa saja yang dapat kita pakai untuk memancing. Kapanpun kita mau memancing asal mengetahui pola makan ikan, maka kita bisa mendapatkan ikan pancingan yang kita inginkan. Salam strike
Usaha jual lumut untuk mancing

penjual lumut
Saat memancing di sekitar Ngantang – Malang hampir semua pemancing menggunakan umpan lumut sebagai senjata utama. Penggunaan umpan lumut untuk mancing ikan Nila dan mujair memang menjadi favorit, karena ternyata umpan ini paling disukai ikan yang ada dibendungan Selorejo. Tradisi dan pola pancing yang menjadi tren ini membuat umpan lumut menjadi usaha dan ladang bisnis baru.
Umpan lumut yang digunakan untuk memancing dijual kepada pemancing dengan ditakar sesuai dengan jumlah uang yang dibayarkan sekitar 5 ribu per kresek kecil. Para penjual umpan lumut biasanya menata jualannya pada sebuah kolam yang dialiri air terus menerus sehingga kondisi lumut tetap segar. Umpan lumut yang dijual oleh para pedagang ini sekarang bahkan menggunakan lumut yang diambil dari kota – kota lain yakni dari Kediri, Blitar.
Lumut yang dulu dapat ditemukan dengan mudah di sawah dan jarang sekali digunakan untuk memancing, sekarang sudah dibudidayakan secara komersil dan dijual sebagai umpan memancing dengan keuntungan yang besar. Dalam sehari puluhan pembeli umpan ini datang sebelum mereka memancing di Selorejo – Ngantang. Dalam saat – saat libur, para pemancing dari Malang bahkan jumlahnya bisa mencapai ratusan, dan menjadikan omzet penjualan lumut lumayan juga.
Umpan lumut dapat ditemukan di sepanjang jalan menuju obyek pemancingan di Malang dan sekitarnya. Untuk tujuan pemancingan di daerah Selorejo dan Karang kates para penjual umpan lumut terdapat di sekitar jembatan metro di Kepanjen. Usaha lumut dahulu hanya dijual sedikit oleh orang namun sekarang sudah menjadi ladang bisnis yang cukup menguntungkan, apakah anda tertarik untuk mengikuti jejak usaha mereka ini?
Mancing di Maron Ngantang

maron ngantang
Maron adalah sebuah daerah yang berada di Kabupaten Malang, Jatim. Meski berada di Kabupaten Malang, untuk mencapainya dari kota Malang harus melewati kota Batu terlebih dahulu. Dengan jarak tempuh kira – kira 40 km untuk memancing di daerah ini memerlukan waktu selama 1 jam perjalanan menggunakan transportasi sepeda motor.
Hari minggu kemarin saya berkesempatan mencoba nikmatnya memancing di Maron – Ngantang bersama 3 orang rekan kami. Perjalanan kami mulai di siang hari pukul 11 dengan menggunakan sepeda motor. Tujuan kami adalah memancing ikan Nila di karamba yang disewakan kepada pemancing dalam hitungan hari. Sewa tempatnya selama 1 hari adalah Rp.10 ribu sedangkan kalau kami yang datang siang hari hanya membayar Rp. 5 ribu.
Sebelum memulai mancing kami membeli pakan lumut dulu di daerah pujon. Pakan ini sekarang agak sulit dicari sehingga para pemancing memilih untuk membeli saja. Harganya cukup murah Rp.6000,- kami sudah bisa mendapatkan umpan 1 tas kresek kecil. Cukup untuk memancing sampai sore hari. Setelah adanya umpan, kami langsung berangkat menuju sasaran.
Pemancingan karamba di hari minggu ternyata cukup ramai dipadati warga kota Malang dan Batu untuk menyalurkan hobbynya memancing. Teman kami pak Toyik dan Johan yang minggu sebelumnya memancing di sana mendapati lokasi favoritnya sudah terisi oleh orang lain. Maka kami sedikit berdesakan untuk mendapatkan lokasi memancing terbaik di karamba tersebut.
Setelah memasang rangkaian mata pancing ganda, perburuan ikan dimulai dengan 2 joran sekaligus. Sedikit info kalau joran dalam pemancingan di air tawar sudah kami setting sebelumnya dengan panjang senar yang sesuai dengan panjang jorannya. Ujung senar kami talikan dengan ujung joran dengan tali mati, sedang ujung senar satunya kami berikan kili – kili untuk memasang rangkaian mata pancing yang sudah kami beri snap. Mata pancing kami talikan sejumlah 4 biji di rangkaian tersebut dan kami mengenalnya sebagai rangkaian lumut. Pemberat kami ukur seperlunya sehingga pelampung dapat sepenuhnya berdiri tegak sebagai indikator dapatnya ikan.
Pemancingan di karamba pada hari itu cukup susah, meski ikan nila yang berada di Karamba cukup besar – besar karena memang dipelihara, namun untuk mendapatkannya agak susah juga, kemungkinan karena panasnya cuaca, atau karena sudah kekenyangan makan umpan para pemancing yang sudah sejak pagi mancing di sana. Hasil hari itu cukup menyedihkan..he3..ternyata saya tidak emndapatkan ikan sama sekali..dan rekan kami pak Toyi bisa mendapatkan 1 saja..yach lumayan.
Memancing memang bukan hanya perkara teknik, kadang faktor alam atau faktor cuaca cukup berpengaruh dengan pola makan ikan. Meski di Karamba yang katanya gampang mendapatkan ikan, hari itu ikan sepertinya tidak mau makan sama sekali. Kegemaran memancing tetap jalan, meski kami kalah hari ini, tetapi kami akan datang lagi untuk menaklukkan Karamba di Maron – Ngantang di lain waktu. Salam strike..