Lobster adalah produk laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi

red lobster
Lobster adalah hewan laut yang termasuk dalam Crustacea atau udang – udangan, jenis udang raksasa ini termasuk dalam keluarga Nephropidae dan juga keluarga Homaridae. Lobster merupakan salah satu hewan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi selain produk ikan. Lobster biasanya menjadi favorit bagi penggemar masakan ikan laut yang ad di restaurant – restaurant besar. Harganya yang mahal menjadikan lobster menjadi primadona bagi para penangkapnya untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Lobster juga memiliki kerabat yang bentuknya tidak sepenuhnya sama dengan yang kita kenal. Lobster chelae adalah jenis yang tidak memiliki cakar, lobster air tawar juga merupakan kerabat lobster karang namun memiliki rasa dan tekstur yang jauh berbeda karena habitat asalnya.
Lobster laut tinggal di daerah perairan yang yang berbatu, berkarang dan berpasir. Banyaknya batu karang akan membantu lobster untuk bersembunyi dan beranak pinak. Tempat tinggal yang strategis bagi kelangsungan hidup mereka adalah batu karang yang banyak lubangnya dimana mereka bisa bersembunyi di dalamnya. Hampir semua perairan di dunia menjadi habitat penyebaran hewan crustacea ini.
Lobster di alam liar termasuk hewan yang memiliki pola makan omnivora atau pemakan segala. Ia memakan ikan kecil, berbagai jenis moluska kecil dan udang – udang kecil lain serta makan ganggang serta tanaman laut. Dalam mencari makanan ia berjalan di dasar perairan laut dengan menggunakan kaki – kakinya serta berburu dengan menggunakan capit yang juga berfungsi sebagai tangan juga.
Lobster ditangkap di perairan dengan menggunakan perangkap. Perangkap yang terbuat dari bahan kayu atau dari plastik, yang didalamnya terdapat terowongan jala yang didalamnya terdapat umpan. Dengan adanya terowongan jala lobster dapat masuk dengan mudah namun akan susah untuk keluar. Dalam bahasa Inggris perangkap lobster diberi nama lobster pot dan menjadi peralatan wajib para penangkap lobster. Penggunaan lobster pot adalah dengan meneggelamkannya ke dasar lautan dengan memberikan pelampung di atasnya sebagai tanda adanya umpan di bawahnya.
masuk ke jebakan yang dirancang untuk menjadi satu arah hanya pintu masuk. Perangkap diperiksa setiap hari oleh nelayan dan rebaited jika perlu. Satu studi menunjukkan bahwa perangkap lobster sangat tidak efisien dan memungkinkan hampir semua lobster untuk melarikan diri. [1] Namun, ketidakefisienan ini juga memungkinkan lobster muda untuk melarikan diri dan berkembang biak, sehingga mengurangi kemungkinan penangkapan yang berlebihan.
Penangkapan lobster di Indonesia juga menggunakan cara yang sama dengan perangkap, namun di beberapa tempat masih ada juga penggunaan racun untuk menangkap udang raksasa ini. Cara yang paling ampuh adalah dengan menyuntikkan racun ke dalam lubang persembunyian lobster untuk membuatnya mabuk. Penangkapan ilegal ini masih sering di temukan di perairan – perairan nusantara. Semoga para pelaku pengrusakan lingkungan seperti ini segera mengganti cara penangkapannya sehingga perairan Indonesia masih tetap asri dari kerusakan lingkungan yang ada.
Dapatkan info menarik lain tentang :
- Teknik – teknik memancing yang tepat
- Umpan memancing yang jitu
- Aneka jenis alat pancing untuk pemancing kawakan.
Ikan wader yang paling gesit saat dipancing

wader
Ikan wader adalah jenis ikan air tawar yang paling gampang ditemukan di kolam – kolam dan waduk ataupun sungai yang airnya jernih. Ikan ini memiliki kekhasan yakni adanya dua bintik yang terdapat dibawah badannya. Ikan wader termasuk dalam suku Cyprinidae dan terdapat di perairan tawar di seluruh nusantara dan dalam bahasa Inggris diberi nama spotted barb. Ikan ini memiliki ukuran kecil sebesar jari kelingking dan yang paling besar bisa mencapai ukuran 2 jari manusia.
Ikan wader di alam liar memakan semua makanan yang ada di alam alias omnivora. Ia makan berbagai jenis makanan seperti telur ikan lain, lumut dan berbagai jenis serangga air. Ikan ini termasuk ikan yang rakus bahkan besifat karnivora karena ia juga makan telur ikan wader lainnya yang ada di perairan.
Memancing ikan wader merupakan hal yang cukup menyenangkan karena ikan ini gampang berkembangbiak di sungai atau selokan kecil sehingga hampir semua tempat dapat ditemukan jenis ikan wader. Cara memancingnya adalah dengan menggunakan mata pancing yang berukuran kecil sekali. Pakan yang berupa pelet yang sudah direndam di bentuk kecil sebesar butiran nasi dan dipasang pada mata pancing. Pemberian mata pancing dan umpannya yang kecil akan membuat ikan wader akan lebih mudah menyambar pakan tersebut.
Ikan wader termasuk jenis ikan yang menyambar saat memakan umpannya, karenanya dibutuhkan ketepatan dan kecepatan saat menarik joran pancing sebelum umpan terlepas dari mata pancingnya. Rangkaian mata pancingnya pun bisa disusun dengan menggunakan pelampung maupun tidak. Penggunaan pelampung memang ditujukan sebagai indikator saat umpan disambar ikan, semakin cepat anda menarik joran anda maka semakin kecil kemungkinan ikan lolos.
Ikan wader di Indonesia hanya digunakan sebagai ikan konsumsi alias dimakan, namun di negara eropa jenis ikan ini dipelihara sebagai ikan hias karena memiliki warna keperakan yang indah, dan beberapa jenis lain dari wader juga memiliki warna kehijauan sehingga lebih indah saat dipelihara di aquarium. Jenis lai dari ikan wader dapat berwarna merah dan kuning keperakan, namun semua memiliki ciri yang sama yaitu adanya bintik hitam di bagian bawah tubuhnya.
Ikan swordfish sebagai ikan predator

sword fish
Ikan swordfish merupakan ikan predator sejati, dengan posisinya sebagai ikan pemangsa utama di dalam rantai makanan terutama di perairan yang dangkal. Ikan swordfish memiliki nama latin xiphias gladius. Dengan besar tubuh maksimal sampai dengan 4 m, ikan ini hanya mungkin menjadi makanan ikan hiu dan berbagai jenis ikan paus, meski jarang sekali terjadi. Di beberapa negara ikan swordfish ini memiliki nama broadbill atau ikan pedang di Indonesia
Dengan kemampuannya berenang yang sangat cepat, ikan swordfish ini susah ditangkap oleh ikan lain. Kegunaan pedang yang terdapat di ujung mulutnya adalah sebagai salah satu alat pertahanan yang mematikan terutama terhadap musuhnya yang sama – sama predator pemangsa seperti ikan hiu. Dengan pertarungan yang sengit bisa saja perburuan terhadap ikan swordfish bisa berakhir dengan kematian ikan hiu pemangsa akibat tusukan pedang di perut dan tubuhnya.
Ikan pedang termasuk ikan yang paling aktif dan cepat dalam berenang di perairan laut, dan swordfish merupakan ikan yang tinggal dan beraktifitas di perairan tengah dan mencari makan ikan – ikan perairan tengah seperti ikan teri dan mackerel namun ikan swordfish juga menyukai jenis – jenis cumi – cumi yang tinggal di dasar perairan. Jenis ikan swordfish ini dapat mengejar mangsa buruannya dengan cepat bahkan sambil melompat – lompat diatas permukaan air.
Pemancingan ikan swordfish merupakan suatu keasyikan yang luar biasa menyenangkan mengingat besar tubuhnya serta gerak tubuhnya yang sangat dinamis dipermukaan air. Pemancingan ikan swordfish membutuhkan keahlian yang tinggi terutama pada saat “fight”. Dengan daya tarik yang luar biasa kemungkinan untuk mendapatkan ikan ini sangat bergantung dengan kekuatan senar milik anda, ketrampilan tarik ulur untuk melemahkan daya tubuh ikan.
Ikan swordfish paling banyak dipancing dengan menggunakan cara trolling dengan menggunakan perahu yang berjalan dengan lambat. Umpan trolling yang meluncur di permukaan air dan di perairan tengah akan menarik perhatian ikan swordfish. Banyak para pemancing menggunakan umpan berupa sendok yang terbuat dari logam sebagai umpannya, warnanya yang mengkilat akan menarik ikan swordfish untuk menyantapnya. Jenis umpan cumi – cumi imitasi juga digunakan sebagai umpan trolling, selain juga umpan hidup seperti ikan teri atau anchovy yang segar dan masih berwarna keperakan.
Pemancingan ikan swordfish di beberapa negara sudah diatur dengan undang – undang yang mengikat. Bahkan ada yang memberikan aturan catch and release sebagai aturan memancing yang wajib diikuti oleh para pemancing yang bersertifikat. Memang memancing ikan swordfish masih menjadi favorit bagi kalangan pemancing trolling karena tingkat kesulitannya yang tinggi dengan fighting yang bisa berlangsung sampai berjam – jam.
Ikan swordfish dibeberapa negara termasuk ikan yang dilindungi karena populasinya yang cukup mengkhawatirkan. Penangkapan ikan komersil seperti penggunaan pukat dan droplining adalah salah satu contoh teknik penangkapan ikan yang ilegal karena merusak populasi ikan swordfish secara massal.