Memancing di pinggiran branjang di Probolinggo

mancing di branjang
Acara mancing di Pelampung kuning Tuban akhirnya berpindah dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Besarnya ombak pantai utara Jawa menyebabkan para nelayan tidak berani mencari ikan di tengah laut akibat cuaca yang buruk. Namun dengan pertimbangan ingin refresh, acara mancing di Tuban berpindah tempat ke Probolinggo demi alasan keamanan kebetulan ada rekan pemancing di sana yang mengajak kami.
Malam jam 12 kami masih berkutat dengan aneka peralatan untuk mancing besok, kami menginap di rumah bapak Lukas yang juga pemancing senior daerah proboliggo dan sekitarnya. Dengan penuh semangat saya dan pak Jeffry mempersiapkan peralatan mancing untuk besok pagi, kami dijanjikan oleh tukang perahunya untuk mancing di sekitaran branjang yang banyak terdapat di sekitar pelabuhan Tanjung Tembaga. Meski cara mancing ini kurang menyenangkan, karena spotnya tidak terlalu dalam, namun apa boleh buat karena cuaca dan ombak tidak mendukung.
Pagi jam 5 kita mulai perjalanan ke pelabuhan Tanjung Tembaga, dengan berbekal umpan udang hidup kami berangkat menuju ke laut kira2 hanya sampai 1 km saja, bahkan tidak sampai melewati pulau Gili. Spot yang kita tuju adalah beberapa terumbu karang yang memang biasa digunakan nelayan sekitar saat mengantarkan tamu untuk pancingan. Ikan yang didapat gak bisa bagus dan besar, mengingat kedalaman air laut maksimal hanya 10 m saja kira2. Kami sudah yakin kalau hasil hari ini tak mungkin besar.
Dengan menggunakan rangkaian dasaran 3 mata kail satu setnya, kami mulai perburuan. Udang hidup yang kami jadikan umpan kami taruh di dalam cool box yang sudah kami desain secara khusus agar bisa membuat udang mampu hidup selama ber jam – jam. Pemberat yang didesain pak Jeffry yang dibuat dari potongan besi beton nesser sudah ditaruh di dasar dan langsung kami lontarkan ke laut..berharap mendapatkan ikan dengan segera
Selama sehari penuh sampai jam 2 siang kita berpindah – pindah ke berbagai spot di sekitaran pelabuhan. Ikan yang didapat yaitu ikan kuniran, kerapu yang kecil dan ikan karang lainnya yang cukup banyak juga. Ombak yang mengguncang dengan hebat membuat perahu kecil kami bergoyang – goyang tak henti. Tak jarang kita kehilangan keseimbangan karena ombak yang cukup keras, kalau di pinggir saja ombaknya sebegitu besar saya mulai paham juga kalau hari itu di ombak tengah laut pasti menyeramkan.
Setelah jam 2 siang, rupanya ikan mulai jarang makan, ditambah dengan panasnya laut yang menyengat, Pak Jeffry, saya dan tukang perahu memutuskan untuk pulang. Meski memancing di pinggiran kurang memuaskan secara hasil, namun hari itu kami bisa membawa cukup banyak ikan meskipun kecil – kecil. Kali ini acara mancing hanyalah untuk mengobati rasa bosan, mencari tantangan dan sensasi yang berbeda. Meski mancing di Branjang di Probolinggo tidak begitu sukses, namun kami tidak akan patah semangat dan akan mencoba spot lainnya pada kesempatan berikutnya. Salam strike !!
Mancing di Maron Ngantang

maron ngantang
Maron adalah sebuah daerah yang berada di Kabupaten Malang, Jatim. Meski berada di Kabupaten Malang, untuk mencapainya dari kota Malang harus melewati kota Batu terlebih dahulu. Dengan jarak tempuh kira – kira 40 km untuk memancing di daerah ini memerlukan waktu selama 1 jam perjalanan menggunakan transportasi sepeda motor.
Hari minggu kemarin saya berkesempatan mencoba nikmatnya memancing di Maron – Ngantang bersama 3 orang rekan kami. Perjalanan kami mulai di siang hari pukul 11 dengan menggunakan sepeda motor. Tujuan kami adalah memancing ikan Nila di karamba yang disewakan kepada pemancing dalam hitungan hari. Sewa tempatnya selama 1 hari adalah Rp.10 ribu sedangkan kalau kami yang datang siang hari hanya membayar Rp. 5 ribu.
Sebelum memulai mancing kami membeli pakan lumut dulu di daerah pujon. Pakan ini sekarang agak sulit dicari sehingga para pemancing memilih untuk membeli saja. Harganya cukup murah Rp.6000,- kami sudah bisa mendapatkan umpan 1 tas kresek kecil. Cukup untuk memancing sampai sore hari. Setelah adanya umpan, kami langsung berangkat menuju sasaran.
Pemancingan karamba di hari minggu ternyata cukup ramai dipadati warga kota Malang dan Batu untuk menyalurkan hobbynya memancing. Teman kami pak Toyik dan Johan yang minggu sebelumnya memancing di sana mendapati lokasi favoritnya sudah terisi oleh orang lain. Maka kami sedikit berdesakan untuk mendapatkan lokasi memancing terbaik di karamba tersebut.
Setelah memasang rangkaian mata pancing ganda, perburuan ikan dimulai dengan 2 joran sekaligus. Sedikit info kalau joran dalam pemancingan di air tawar sudah kami setting sebelumnya dengan panjang senar yang sesuai dengan panjang jorannya. Ujung senar kami talikan dengan ujung joran dengan tali mati, sedang ujung senar satunya kami berikan kili – kili untuk memasang rangkaian mata pancing yang sudah kami beri snap. Mata pancing kami talikan sejumlah 4 biji di rangkaian tersebut dan kami mengenalnya sebagai rangkaian lumut. Pemberat kami ukur seperlunya sehingga pelampung dapat sepenuhnya berdiri tegak sebagai indikator dapatnya ikan.
Pemancingan di karamba pada hari itu cukup susah, meski ikan nila yang berada di Karamba cukup besar – besar karena memang dipelihara, namun untuk mendapatkannya agak susah juga, kemungkinan karena panasnya cuaca, atau karena sudah kekenyangan makan umpan para pemancing yang sudah sejak pagi mancing di sana. Hasil hari itu cukup menyedihkan..he3..ternyata saya tidak emndapatkan ikan sama sekali..dan rekan kami pak Toyi bisa mendapatkan 1 saja..yach lumayan.
Memancing memang bukan hanya perkara teknik, kadang faktor alam atau faktor cuaca cukup berpengaruh dengan pola makan ikan. Meski di Karamba yang katanya gampang mendapatkan ikan, hari itu ikan sepertinya tidak mau makan sama sekali. Kegemaran memancing tetap jalan, meski kami kalah hari ini, tetapi kami akan datang lagi untuk menaklukkan Karamba di Maron – Ngantang di lain waktu. Salam strike..
Memancing di pantai camplong Sampang dengan lokasi Santos

santos pantai camplong
Madura selain memiliki kekhasan budaya juga memiliki lokasi memancing yang sangat menjanjikan namanya pantai camplong. Meski nama pantai ini sudah amat terkenal sebagai obyek wisata, namun pantai camplong juga menyajikan wisata lain yang jauh lebih menarik bagi pemancing laut. Lokasi tersebut dikenal sebagai Santos, sebuah pengeboran minyak lepas pantai yang berada ditengah laut. Salah satu administrator pemancing.com yakni pak Jeffry merasakan sendiri pengalaman memancingnya di sana sebagai salah satu cerita pemancingan mengasyikkan yang bisa di coba.
Lokasi pantai camplong terletak di kota Sampang dan berada di pulau garam Madura. Lokasi pemancingan yang dituju para pemancing sebenarnya ada banyak macam, baik menggunakan pemancingan dengan rumpon maupun langsung menuju ke pengeboran minyak tersebut. Pemancingan yang di lakukan pak Jeffry mengambil lokasi pertama kali di pengeboran minyak yang berada di tengah laut. Meski merupakan daerah terlarang bagi pemancing yang menggunakan perahu, namun lokasi memancing di Santos sangat terkenal karena jenis ikan yang berada di sana termasuk dalam kategori monster yang memang merupakan idaman bagi para pemancing. Jenis ikan barracuda, ikan cucut yang sebesar kaki orang dewasa berkejaran dan melompat – lompat sampai ke atas permukaan air dengan atraktifnya.
Pemancingan yang dilakukan oleh tim pemancing.com oleh pak Jefrry menggunakan banyak macam, mulai dengan pola pemancingan dasar, casting dan yang paling disarankan adalah pemancingan dengan menggunakan system popping, mengingat ikan yang berada di sekitar sumber api yang menyala sebagai di pengeboran minyak tersebut bahkan sampai melompat ke permukaan air laut. Penggunaan popper dengan warna yang menarik dan kontras sangat dianjurkan. Dalam pemancingan di Santos hampir semua umpan sebenarnya dapat dipakai dalam memancing, baik menggunakan udang hidup, udang kupas maupun menggunakan cumi – cumi. Pemancing sebaiknya menggunakan umpan sensuai dengan ikan target sasaran pemancingan, jangan lupa membawa popper untuk berjaga – jaga jika ikan monster mulai naik ke permukaan.
Pemancingan di sekitar Santos Madura dapat dilakukan dengan menggunakan perahu yang disewa dari nelayan lokal dengan harga 350 ribu sekali trip. Pemancing akan di tawarkan kelokasi di Santos, namun mereka juga memiliki beberapa spot lain yang berupa rumpon dengan target sasaran utama ikan kakap dan kerapu. Pemancingan di lokasi Santos di pantai Camplong termasuk lengkap dengan lokasi pemancingan popping dan juga casting. Sangat disarankan untuk pemancing senior seperti anda melaksanakan acara tour mancing ke sana..trimakasih pak jefrry sudah berkenan berbagi…salam strike