mancing di maron ngantang

Mancing di Maron Ngantang

maron ngantang

maron ngantang

Maron adalah sebuah daerah yang berada di Kabupaten Malang, Jatim. Meski berada di Kabupaten Malang, untuk mencapainya dari kota Malang harus melewati kota Batu terlebih dahulu. Dengan jarak tempuh kira – kira 40 km untuk memancing di daerah ini memerlukan waktu selama 1 jam perjalanan menggunakan transportasi sepeda motor.

Hari minggu kemarin saya berkesempatan mencoba nikmatnya memancing di Maron – Ngantang bersama 3 orang rekan kami. Perjalanan kami mulai di siang hari pukul 11 dengan menggunakan sepeda motor. Tujuan kami adalah memancing ikan Nila di karamba yang disewakan kepada pemancing dalam hitungan hari. Sewa tempatnya selama 1 hari adalah Rp.10 ribu sedangkan kalau kami yang datang siang hari hanya membayar Rp. 5 ribu.

Sebelum memulai mancing kami membeli pakan lumut dulu di daerah pujon. Pakan ini sekarang agak sulit dicari sehingga para pemancing memilih untuk membeli saja. Harganya cukup murah Rp.6000,- kami sudah bisa mendapatkan umpan 1 tas kresek kecil. Cukup untuk memancing sampai sore hari. Setelah adanya umpan, kami langsung berangkat menuju sasaran.

Pemancingan karamba di hari minggu ternyata cukup ramai dipadati warga kota Malang dan Batu untuk menyalurkan hobbynya memancing. Teman kami pak Toyik dan Johan yang minggu sebelumnya memancing di sana mendapati lokasi favoritnya sudah terisi oleh orang lain. Maka kami sedikit berdesakan untuk mendapatkan lokasi memancing terbaik di karamba tersebut.

Setelah memasang rangkaian mata pancing ganda, perburuan ikan dimulai dengan 2 joran sekaligus. Sedikit info kalau joran dalam pemancingan di air tawar sudah kami setting sebelumnya dengan panjang senar yang sesuai dengan panjang jorannya. Ujung senar kami talikan dengan ujung joran dengan tali mati, sedang ujung senar satunya kami berikan kili – kili untuk memasang rangkaian mata pancing yang sudah kami beri snap. Mata pancing kami talikan sejumlah 4 biji di rangkaian tersebut  dan kami mengenalnya sebagai rangkaian lumut. Pemberat kami ukur seperlunya sehingga pelampung dapat sepenuhnya berdiri tegak sebagai indikator dapatnya ikan.

Pemancingan di karamba pada hari itu cukup susah, meski ikan nila yang berada di Karamba cukup besar – besar karena memang dipelihara, namun untuk mendapatkannya agak susah juga, kemungkinan karena panasnya cuaca, atau karena sudah kekenyangan makan umpan para pemancing yang sudah sejak pagi mancing di sana. Hasil hari itu cukup menyedihkan..he3..ternyata saya tidak emndapatkan ikan sama sekali..dan rekan kami pak Toyi bisa mendapatkan 1 saja..yach lumayan.

Memancing memang bukan hanya perkara teknik, kadang faktor alam atau faktor cuaca cukup berpengaruh dengan pola makan ikan. Meski di Karamba yang katanya gampang mendapatkan ikan, hari itu ikan sepertinya tidak mau makan sama sekali. Kegemaran memancing tetap jalan, meski kami kalah hari ini, tetapi kami akan datang lagi untuk menaklukkan Karamba di Maron – Ngantang di lain waktu. Salam strike..

fishing spoon

Jenis umpan Spoon untuk pemancingan di laut

fishing spoons

fishing spoons

Spoon dalam arti harafiahnya adalah sendok, namun dalam pemancingan laut umpan spoon dikenal sebagai umpan penarik perhatian ikan karena memiliki bentuk hampir sama dengan ujung sendok yang berbentuk lengkung. Biasanya spoon di buat dengan warna yang mengkilat dan bercahaya untuk memantulkan sinar matahari yang masuk dalam air. Pertama kali umpan spoon diketemukan oleh Julio T. Buel sekitar tahun 1848

Bentuk umpan spoon tidak selalu sama persis seperti sendok makan yang kita kenal, namun juga berbentuk lempengan kecil yang rata dengan pola cekung kecil di seluruh permukaannya juga ada. Namun secara garis besar penggunaan spoon dalam pemancingan adalah sama, yaitu sebagai umpan yang fungsinya memantulkan c ahaya matahari yang diterimanya dengan pola acak sehingga menarik perhatian ikan yang memakannya.

Bentuk umpan spoon ini sekarang juga dimodifikasi menjadi berbagai bentuk bukan hanya bentuk elipse seperti yang kita kenal namun juga memiliki bentuk segitiga dan macam – macam bentuk lain. Sekarang ini umpan spoon juga divariasikan dengan aneka bahan yang berwarna cerah yang terbuat dari latex dan ada yang mengkombinasikan dengan bahan dari bulu serta macam2 bahan lain yang tentu saja membuatnya lebih atraktif dalam menarik perhatian ikan.

Umpan spoon juga merupakan umpan favorit dalam pemancingan sistem trolling, karena bahan pembuatnya yang biasaya tipis dan ringan serta menarik. Dengan dukungan kecepatan perahu yang berjalan dengan kecepatan yang tepat umpan ini aan dapat melayang dan menghasilkan pantulan cahaya yang menarik ikan – ikan monster seperti Baracuda dan ikan Marlin

Penggunaan rangkaian umpan spoon dalam pemancingan sebaiknya menggunakan tambahan serat baja pada ujung senar agar sebagai penguat pada saat digigit oleh ikan predator, Mengingat tajamnya gigi ikan ini. Di rangkaian itu pula anda dapat menambahkan trebel hook sebagai pengait ikan. Dalam pemancingan casting yang mencari spot yang dalam, bisa saja anda menambahkan pemberat untuk membuat umpan spoon tetap melayang dan tidak mudah ikut arus air yang deras.

Perawatan umpan spoon ini setelah pemancingan laut adalah dengan merendamnya dalam air terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa – sisa garam yang menempel di permukaan spoon dan kemudian baru memolesnya dengan lap bersih yang menyerap air sehingga bebas dari titik air. Anda dapat pula memolesnya dengan berbagai obat pengkilap untuk mendapatkan pantulan warna yang lebih mengkilat, namun sebaiknya tidak terlalu sering agar tidak merusak lapisan monelnya.

Selamat memancing, salam strike..

jigging

Jigging adalah cara memancing yang bisa mendapatkan ikan besar.

fishing jig

fishing jig

Teknik jigging merupakan teknik mancing laut dan tawar yang biasa dilakukan jika anda memancing di sebuah daerah yang memiliki kedalaman yang cukup sekitar 30 – 100 m. teknik jigging merupakan teknik memancing yang menggunakan umpan metal jig yang di ulurkan ke dalam air dengan menggoyang – goyangkannya secara vertikal sehingga sepertinya, umpan metal jig bergerak naik turun dengan aktif dan menarik perhatian ikan predator untuk memakannya.

Meski teknik ini umumnya dilakukan pada pemancingan laut, namun ada juga yang melakukannya di perairan tawar seperti di danau danau di Amerika dan Eropa. Meski prakteknya mudah teknik jigging yang terus menggerakkan umpan cukup membuat capek para pemancing yang mencobanya. Dengan lokasi perairan tengah, ikan sasaran untuk pemancingan teknik jigging adalah ikan predator seperti GT ( Giant Trevally), maupun ikan Baracuda dan Marlin.

Peralatan yang diperlukan untuk pemancingan teknik jigging yang pertama adalah joran yang cukup keras atau hard taper. Penggunaan soft taper atau medium taper agak kurang tepat karena akan menyebabkan umpan jig menjadi terlalu lentur saat di goyangkan di dalam air. Peralatan kedua adalah senar yang memiliki spesifikasi kekuatan tinggi, sehingga saat umpan anda ditarik oleh ikan pemangsa dapat kuat menahan gaya tarikannya. Gunakan kekuatan minimal 20 lbs dan sebaiknya menggunakan jenis senar multi filament yang terkenal tidak mudah keriting saat terjadi tarikan. Daya kekuatannya yang lebih kuat akan mengamankan ikan tangkapan anda.

Peralatan mancing yang ketiga tentu saja adalah umpan metal jig. Saat ini umpan jig tersedia dalam berbagai bentuk warna dan berat. Untuk pemancingan laut terdapat mulai dari berat 60 gram, 80 gram, 100 gram dan 200 gram. Besar dan berat umpan jig disesuaiakan dengan ikan sasaran namun untuk umumnya banyak pemancing menggunakan yang 100 gram. Sebaiknya anda menggunakan mata pancing yang bagus dan baru setiap kali memancing di laut, jika sudah tumpul akan mengurangi kekuatan daya tancapnya.

Bentuk umpan jig terdiri dari kepala , dan tubuh. Bagian kepala jig bisa berbentuk bulat, coned dan macam bentuk lain. Di kepala jig ini di talikan mata pancing yang berukuran cukup besar, seimbang dengan umpannya untuk mengait ikan. Bagian yang kedua dari umpan ini adalah tubuh jig itu sendiri  yang biasanya terbuat dari bahan – bahan karet atau silikon yang tahan air. Tubuh jig sendiri bisa berbentuk seperti tali rumbai2 menyerupai ikan, bentuk ikan karet atau bentuk lain yang menarik.

Untuk bahan material jig yang digunakan di perairan tawar dapat juga menggunakan bahan alami seperti bulu ekor kuda yang dibuat berbentuk seperti serangga dan aneka jenis bentuk serangga dan kadal yang terbuat dari karet. Pemancingan dengan sistem jigging sering dilakukan pemancing laut di Indonesia untuk pemancingan di tengah laut. Meski banyak yang berbentuk warna – warni, namun rekan kami pak Ronny punya pendapat sendiri bahwa di dalam air warna – warna kurang begitu berpengaruh dengan ikan. Justru warna perak mengkilat atau warna flourecent yang berpendar pada saat malam akan lebih menarik perhatian ikan. Selamat memancing

WordPress Themes